Proyek Restorasi Album Kompilasi “Berisik Bersatoe II”

Skena di sebuah kota tidak muncul begitu saja dengan instan tanpa sebuah proses awalan yang menjadi tongkat estafet yang diteruskan untuk bergulir antar generasi. Begitu juga di Palembang yang skena hardcore/punk nya mulai menggeliat sejak pertengahan 1990-an. Ibukota provinsi Sumatera Selatan ini tak seriuh Medan apalagi Jakarta atau Bandung; namun walau tak terdengar gaungnya secara nasional, secara lokal skena di Palembang adalah organisma yang hidup berbahan bakar gairah para penggiatnya, the kids that don’t give a fukk akan segala keterbatasan skill dan fasilitas di kotanya.

Semangat individual yang kemudian diamplifikasi oleh Independent Youth Society, sebuah komunike yang eksponennya adalah para antusias hardcore, punk dan grunge jugaskateboarders lokal di Palembang. Dari nongkrong, bersitegang dengan preman, bertukar informasi akan literatur alternatif dan musik, merusak suasana acara kompetisi band hingga teman-teman yang mengorganisir generator gig beberapa kali di pekarangan Gedung DPRD –yang mungkin tak pernah dilakukan di kota lain di Indonesia, atau pernah?– sebagai cara untuk meluapkan agresi darah muda. Hingga yang cukup monumental pada waktu itu adalah membuat rekaman rilisan lokal bertajuk Berisik Bersatoe walau waktu itu hampir semua studio di Palembang  menolak hardcore/punk. Kutukan genre yang dicap sebagai sekte perusak alat bersama grunge dalam Independent Youth Society, komunike yang kemudian menghilang di awal 2000-an untuk berganti rupa di tangan generasi selanjutnya dengan hanya menyisakan cerita.

Walau slogan “Never Forget Your Roots” adalah suatu hal yang sakral dalam subkultur hardcore, tapi masalah mengenai “akar” ini adalah bila bahan referensinya tak terdokumentasikan. Apa yang terjadi di era perintis tak mungkin bisa diteruskan sebagai kisah romantis akan pergulatan indah semangat Do-It-Yourself di suatu masa nan lampau. Disini dokumentasi memegang peranan penting sebagai kunci bagi para peziarah skena musik lokal.

Kegembiraan luar biasa adalah penemuan kembali master rekaman kaset Berisik Bersatoe II(1999) di Reaction Distro -yang dimiliki oleh Hendra Maulana- setelah 13 tahun jejaknya hilang dan terlupakan. Master rekaman berisi 19 lagu yang langsung ditindaklanjuti usaha untuk merestorasi dan mengubahnya ke format digital oleh David Hersya di studio Castranada. Sebuah usaha dokumentasi sebuah artefak penting skena hardcore/punk dan grunge kota Palembang yang merekam antara lain The White Terror, DJL, Patriot Rebel, Newspaper, Doomsday, Tali Jemuran, Dry Ice, The Rascal, Chaos Burger, Total Choyak, The Bionic of Godfather, Otak-Otak, Secondline, Suck Spirit, Clack Sound, Non Active dan Independent Youth Society (kolaborasi) dalam kompilasi Berisik Bersatoe II. Proses peremajaan album kompilasi ini sedang berjalan bersama pengumpulan informasi terkait pelengkap untuk kemudian nanti bisa diakses bebas di internet dalam waktu dekat ini.

Berikut wawancara kolaborator vokal ((AUMAN)), Farid Amriansyah dengan David Hersya, orang dibalik Castranada -yang juga adalah otak dibalik SemakBelukar- untuk lebih dalam akan proyek restorasi master album kompilasi Berisik Bersatoe II yang sedang berjalan.

Apa yg mendorong untuk melakukan remastering Berisik Bersatoe II ?

Pendokumentasian. Kompilasi ini merupakan satu dari beberapa dokumentasi audio band-band Punk/HC dan Grunge di Palembang yang perlu diselamatkan, karena kompilasi ini adalah sejarah yang terabaikan.

Apa yang sangat spesial dari kompilasi itu? Bisa ceritakan momen spesial yang ajaib dalam proses pengerjaannya?

Kompilasi ini adalah kompilasi pertama dari scene Punk/HC dan Grunge Palembang yang proses pengerjaannya benar-benar dilakukan secara live di studio rekaman, luar biasa, mengapa? karena waktu itu, kita diharamkan oleh hampir semua studio. Ketika proses rekamannya, baik band atau enjinernya satu pun tidak ada yang sadar, semua di bawah pengaruh alkohol dan ganja, tetapi semua bahagia dan sentosa, tidak peduli bagaimana hasilnya, yang penting rekaman

Bisa ceritakan apa yang dilakukan untuk proses remastering-nya?

Album ini hanya dicetak sebanyak 100 kaset secara DIY, dan setelah hampir 13 tahun ini, kita benar-benar lupa bagaimana cerita selanjutnya. Hingga akhirnya kami menemukan satu kaset yang masih tersisa. Kaset tersebut kita temukan dalam keadaan berjamur dan suaranya sudah mengayun. Maka sesegera mungkin merekam ulang kaset tersebut ke software DAW hingga akhirnya bisa kita master ulang secara digital. Karena kualitas kaset yang sudah jauh menurun, hasil maksimal yang bisa kita lakukan untuk men-digital-kannya memang jauh dari kata layak, mengingat kemampuan dan peralatan kita yang terbatas, tapi setidaknya, masih bisa kita dengar dan nikmati.

Selain nostalgia, apa yang diharapkan ketika kompilasi Berisik Bersatoe II ini bisa diakses kembali oleh semua?

Harapannya ya, ini bisa menjadi sebuah pembelajaran bagi semua bahwa skena musik di Palembang -Punk/HC/Grunge- tidak muncul secara instan. Ada proses berliku dan jauh berbeda dengan hari ini yang begitu dimanjakan oleh fasilitas dan teknologi canggih hingga mungkin saja bagi kebanyakan band sekarang, hasil adalah sebuah tujuan utama.

Berisik_Bersatoe_II_

Berisik Bersatoe II (1999)

Album Credits :

Executive & Producer : All Bands
Recorded Live, Mixed & Mastered at Studio 32 Palembang By Dhani

Digital Remastered (2012):

Kaset ditemukan Hendra Maulana di Reaction Distro
Direkam ulang di OVM Studio
Dimaster ulang di Castranada

Advertisements

About ((AUMAN))

Kolaborator ((AUMAN)) adalah Zarbin Sulaiman (bass) Aulia Effendy (drums) Erwin Wijaya (gitar) Farid Amriansyah (vokal) Ahmad Ruliansyah (gitar) Band Contacts: Rian +6281273498132 (Sumatra) Tata +6281287688355 (Luar Sumatra) aumanrimau@yahoo.com www.reverbnation.com/AUMAN www.myspace.com/aumanrimau www.twitter.com/AUMANRIMAU
This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s